“PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL AUD”

“PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL AUD”

 

            Dalam praktik pendidikan anak usia dini untuk pengembangan social-emosional dilandasi tiga pertimbangan yang pertama kesesuaian usia yaitu dalam mengembangkan social emosional disesuaikan dengan usia anak jika tidak disesuaikan dengan usia anak maka akan sulit untuk mengembangkan social emosional anak dengan baik karena anak bersifat imitasi, mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan. Yang kedua kesesuaian individual yaitu antara individu dengan individu yang lain harus disesuaikan dalam mengembangkan social emosional anak, karena jika tidak disesuaikan akan terjadi kesenjangan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Dan pertimbangan yang ketiga kesesuaian budaya/ latar belakang keluarga yaitu latar belakang budaya dan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan social emosional anal karena anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

            Anak usia dini tiga tahun menunjukkan tingkah laku menentang kemauan ibunya. Sukar diatur di bandingkan dengan usia sebelumnya itu disebabkan karena anak usia dini  pada masa awal kanak-kanaknya, fase ini merupakan saat ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit di bimbing diarahkan.(Menurut Hurlock perkembangan emosi ini mencolok pada anak usia 2,5 thn – 3,5 thn dan 5,5 thn -6,5 thn).

            Pelayanan yang harus dilakukan dalam melayani tingkah laku anak tersebut, sebaiknya dilakukan dengan cara mendidik yang permisif atau demokratis dan disertai dengan rasa penuh kasih sayang kepada anak karena apabila pelayanan yang dilakukan dengan cara otoriter maka akan mendorong perkembangan emosi kecemasan dan rasa takut pada anak. Contoh pelayanannya seperti, Mengajarkan pengenalan emosi pada anak, Menanggapi perasan anak, Melatih pegendalian diri anak, Melatih pengelolaan emosi anak, Menerapkan disiplin dengan konsep empati pada anak, Melatih keterampiln berkomunikasi anak.

            Dalam Perkembangan emosi akan berkaitan dengan dimensi perkembangan yang lainnya. keterkaitan perkembangan emosi tersebut adalah kaitan perkembangan emosi dengan tingkah laku berfikir, Kaitannya adalah Kemampuan seseorang  dalam mengelola emosi negatif ,kemampuan ini sangat penting bagi pencapaian tugas-tugas perkembangan  social emosional. Yang kedua kaitannya dengan Tingkah laku social, Kaitannya adalah apabila emosi seseorang berlebihan maka dapat mempengaruhi proses sosiolisasi seseorang dengan individu lain dan tidak akan berjalan dengan baik maka dapat menghambat proses sosialisasi. Dan yang ketiga kaitannya dengan tingkah laku moral, Kaitan dengan moral adalah apabila tingkah laku moral tidak terkontrol maka moral yang ditunjukkan tidak baik, karena tidak dapat membedakan mana yang baik, dan buruk. Sikap takut,malu-malu  agresif dapat merupakan akibat dari ketegangan emosi.

            Pengembangan social-emosional merupakan suatu proses yang panjang dan kompleks karena Suatu keadaan yang kompleks serta menyeluruh yang dapat berupa perasaan atau pikiran yang di tandai oleh perubahan biologis yang muncul dari perilaku seseorang dalam jangka waktu yang lama. Contohnya: Disaat peristiwa banjir dan gempa bumi terjadi, maka akan timbul perasaan emosi seseorang dan akibat peristiwa tersebut akan terjadi gerakan reflex atau seseorang akan terkejut dan tubuh akan tegang saat bertatap muka dengan orang lain, kejadian ini akan menyebabkan ketakutan dan kecemasan yang lama pada diri individu yang tidak bisa mengembangkan social-emosionalnya.

            Beberapa strategi yang dapat di lakukan guru/ pendidik anak usia dini dalam pengembangan social-emosional anak usia dini adalah Bermain dan bekerjasama. Contoh: guru mengajak anak bermain bersama-sama, dengan anak bermain bersama maka akan terjalin sosialisasi anak dengan temannya di saat anak mau berbagi dengan temannya, Berdialog, bernegosiasi. Contoh: disaat bermain anak berkomunikasi dengan teman sebayanya dan bernegosiasi, Model perilaku sosial. Contoh: Guru sebagai model dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini, karena anak usia dini cendrung meniru dan melakukan tingkah laku gurunya, jadi sebagia pendidik harus mejadi model yang baik untuk siswanya. Latihan menunjukkan perhatian. Contoh:Guru mengajarkan anak memperhatikan orang lain, misalnya seorang anak kehilangan pensil, dan anak yang lain memiliki pensil kepada temannya, dengan demikian akan timbul sikap empati terhadap orang lain. Penguatan prilaku social, Contoh:Guru harus memberikan penguatan kepada anak, karena itu dapat mengembangkan sosial emosional anak, misalnya anak melakukan perbuatan yang baik terhadap temannya, seorang guru harus memuji pernuatan anak tersebut, agar anak itu melakukan perbuatan yang baik tersebut seterusnya.

            Anak usia dini menunjukkan perkembangan emosional yang khas, Kekhasan perkembangan emosional dari segi bentuk emosi yang terjadi pada awal masa kanak -kanak yang di kemukakan oleh Hurlock adalah Amarah. Marah sering terjadi sebagai reaksi terhadap frustasi, sakit hati dan merasa terancam karena apa yang hendak di capai itu tidak dapat tercapai . Contoh: Anak akan marah apabila ia sedang bermain dengan temanya maka mainan itu diambil oleh temannya maka mainan itu diambil oleh temannya maka ia akan marah, maka timbul lah reaksi sakit hatinya, pada masa ini anak masih bersifat egosentris, anak ingin menang sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s