“PENTINGNYA PENGEMBANGAN KREATIVITAS SEJAK DINI”

“PENTINGNYA PENGEMBANGAN KREATIVITAS SEJAK DINI”

 

Pengembangan kreativitas sangat penting dikembangkan sejak usia dini Karena kreativitas sangat berpengaruh sekali dalam pengembangan aspek-aspek perkembangan anak usia dini, apabila kreativitas anak tidak di kembangkan sejak dini maka kemampuan kecerdasan dan kelancaran dalam berfikir anak tidak berkembang karena untuk menciptakan suatu produk dan bakat kreativitas yang tinggi di perlukan kecerdasan yang cukup tinggi pula. Misalnya, ketika anak di minta untuk membuat sesuatu dari bentuk- bentuk persegi, kalau anak membuat persegi itu menjadi rumah, buku, kotak obat, atau peti maka hal ini menunjukkan kelancaran anak mengungkapkan ide karena ide yang di hasilkan bevariasi.

Fungsi perkembangan kreativitas anak adalah untuk mengembangkan kecerdasan dan kemampuan anak dalam mengekspresikan serta menghasilkan sesuatu yang baru. Jika potensi yang di milikinya di kembangkan dengan baik maka anak akan dapat mewujudkan dan mengaktualisasikan dirinya menjadi manusia yang sejati. Contoh nya: seorang anak membuat boneka batu, anak dapat melakukan kreasi untuk membuat benda-benda lainnya yang di inginkan.

Beberapa pengembangan kreativitas sejak dini: Perkembangan kreativitas melalui imajinasi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui daya pikir untuk membayangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Contohnya: seorang anak berpura-pura menjadi dokter, dan bergabung dengan teman-temannya untuk berpura-pura menjadi seorang dokter dan pasien yang sedang sakit. Pengembangan kreativitas melalui Eksperimen adalah suatu cara anak melakukan berbagai percobaan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya,guru sebagai fasilitator, alat berbagai percobaan sudah dipersiapkan oleh guru. Disini anak dapat menemukan sesuatu berdasarkan pengalamannya. Contoh perkembangan kreativitas melalui eksperimen, misalnya: membuat gunung berapi. Disini guru tinggal menyiapkan sebotol cuka, satu atau dua sendok baking soda, pewarna makanan untuk menambah semarak, kardus karton bekas kemasan makanan, botol bekas plus ember kecil. Voila……Jadilah gunung berapi lengkap dengan letusannya yang mengeluarkan lava merah.  Ini bisa lakukan di TK, dengan memanfaatkan barang-barang yang ada didapur anak belajar bahwa baking soda apabila dicampur dengan cuka yang diberi pewarna akan menghasilkan semburan laksana lava dari gunung berapi.Apabila awalnya gagal mungkin karena cuka yang dituangkan terlalu sedikit, botol cukanya terbuka terlalu kecil jadi cuka yang keluar hanya berupa tetesan. Setelah botolnya dibuka lebih lebar cuka bisa dituang lebih banyak dan segera menimbulkan semburan yang cukup tinggi. Kegagalan tersebut membuat anak belajar bahwa ketika melakukan percobaan tidak selalu langsung berhasil. Dia harus mencoba dengan cara lain ketika cara pertama gagal. Akhirnya kemeriahan berakhir ketika cukanya sudah habis.

Dalam pengembangan kreativitas ada beberapa factor yang mempengaruhinya yaitu factor penghambat dan factor pendukung. Yang pertama Factor penghambat kreativitas adalah anak di ajarkan untuk menerima apa yang di tetapkan oleh tokoh otoriter, mematuhi aturan dan keputusan orang dewasa yang ada di lingkungan rumahnya, kemudian ini semua akan di kembangkan di lingkungan sekolah. Lingkungan yang sangat otoriter akan menghambat kreativitas anak. Apabila anak tidak mendapatkan rangsangan mental yang mendukung maka kreativitas juga tidak akan terbentuk

Sedangkan factor pendukung kreativitas adalah keluarga dari anak yang kreatif cenderung menerima anak apa adanya tidak memaksa untuk mengubahnya, merangsang rasa ingin tahu intelektualnya, dan membantu anak untuk memilih dan menekuni sesuatu yang diminati.rangsangan mental dan kasih sayang juga berfungsi sebagai factor pendukung kreativitas anak.

Kendala Dalam Pengembangan Kreativitas Anak. Kendalanya adalah, bahwa dalam upaya membantu anak merealisasikan potensinya, sering menggunakan cara paksaan agar anak mau belajar. Dengan menggunakan paksaan dan kekerasan pasti akan disertai dengan mengancam anak dengan hukuman atau memaksakan aturan-aturan, tetapi jika diganti dengan menggunakan pemberian hadiah atau pujian secara berlebihan juga akan berdampak buruk bagi anak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s